Friend

    Bukan hal tabu untuk membahas pertemanan pada usia pendewasaan circle pertemanan semakin sedikit bahkan berkurang, banyak hal yang akan terlewati dalam pertemanan banyak juga kotak cerita pada pertemanan. Karena selama ini saya menemukan berbagai macam karakteristik seorang teman yang sangat berbeda dan bisa beruah-ubah.

    Saya termasuk orang yang percaya bahwa teman adalah rumah kedua setelah keluarga, kenapa begitu? Banyak hal yang menjadi pengalaman hidup dari seorang teman yang dapat kita simpulkan bahwa itu pembelajaran yang sangat berharga, dalam memilih teman itu perlu bagaimana cara nya kita dapat percaya pada seorang teman, adapun kecenderungan untuk saling mengingatkan, simpati, empati, kejujuran, keterukaan, dan saling mengerti. Mungkin yang seperti itu tidak banyak pasti hanya beberapa orang 

    Pada saat ini saya hanya akan menyebutkan pertemanan itu "Teman Akrab" bukan "sahabat" karna kata tersebut benar-benar sangat berat bagi saya setelah dikecewakan, semua orang akan menemukan zona nyaman ketika mereka saling terbuka dan saling bertukar cerita. Memang terdengar sangat asing kata "Teman Akrab" tetapi saya mensiasati kata tersebut sebagai hal penting dihidup saya sekarang lebih dari seorang "sabahat".

Mencari teman yang benar-benar paham dan mengerti kita itu tidak semudah membalikan tangan semua pasti ada prosesnya, dan makna teman sejati yang sesungguhnya adalah orang yang ada disaat kita susah, orang yang selalu memahami mengerti kita dan menjadi pendengar yang baik. Ada obrolan yang sangat berkualitas ketika bertemu meskipun hanya sebentar, do something talking about all itulah komunikasi yang berkualitas menurutku. 

"Jangan berjalan di belakangku, aku tak akan memimpin. Jangan berjalan di depanku, aku tak akan mengikutimu. Cukup berjalan di sampingku dan jadilah Teman Akrabku." Albert Camus

Komentar